Categories
Uncategorized

Jembatan Cincin

Jembatan Cincin adalah jembatan kereta api bernilai sejarah yang dibangun pada tahun 1918. Jembatan yang terletak di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tepatnya di halaman belakang kampus Jatinangor Institut Teknologi Bandung (ITB). Jembatan kuno yang tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa Barat ini panjangnya sekitar 40 meter.

Dulunya, jembatan ini digunakan untuk perlintasan kereta api yang mengangkut hasil bumi dari Sumedang ke Batavia (Jakarta). Kereta yang melintasi jembatan ini hanya digunakan untuk mengangkut hasil bumi sehingga tidak digunakan sebagai kereta penumpang.

Jembatan ini disebut Jembatan Cincin karena bentuknya yang tampak seperti separuh cincin saat dilihat dari kejauhan. Jalur rel kereta api peninggalan masa kolonial Belanda ini menjadi penghubung antara Stasiun Tanjungsari Sumedang dengan Stasiun Rancaekek Kabupaten Bandung.

Jembatan ini tidak lagi digunakan sebagai jembatan kereta api untuk mengangkut hasil bumi ketika Jepang datang ke Indonesia di tahun 1942. Kini, bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial Belanda ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Tak jauh dari jembatan ini, terdapat bangunan lain yang juga merupakan peninggalan masa pemerintahan kolonial Belanda, yaitu Menara Loji. Kondisi Menara Loji tidak lebih baik dari jembatan.  Hanya bagian tugunya saja yang masih tersisa. Selain itu, lonceng besar yang dulunya terdapat pada menara ini juga sudah hilang karena dicuri.

 

Categories
Uncategorized

Kereta Api Tawang Alun

Kereta Api (KA) Tawang Alun merupakan kereta api yang beroperasi dengan rute Ketapang–Malang Kota Lama (PP). KA tawang Alun memulai pelayanannya pada tahun 2002 dan menjadi satu-satunya kereta api yang dapat digunakan oleh masyarakat di lintas ini.

Dengan rute Ketapang–Malang Kota Lama via Bangil, total jarak yang ditempuh oleh kereta api ini adalah 310 km. Dalam perjalanannya, KA Tawang Alun melalui lebih dari 20 stasiun. Oleh karena itulah jumlah penumpang yang menggunakan layanan kereta api ini dapat mencapai 1.500 orang setiap harinya.

Waktu tempuh rata-rata dari stasiun awal Ketapang hingga stasiun akhir Malang Kota Lama atau sebaliknya adalah 7 jam 35 menit. Oleh karena itulah frekuensi perjalanan Kereta Api Tawang Alun hanya sekali sehari pulang pergi.

Kelas yang tersedia di kereta api ini hanya ada satu, yaitu kelas ekonomi dengan 106 tempat duduk. Susunan tempat duduknya sama seperti kereta api kelas ekonomi pada umumnya, yaitu 3–2 dengan kursi saling berhadapan dan tidak dapat direbahkan.

Sebelum Kereta Api Tawang Alun beroperasi, terdapat kereta api penumpang yang beroperasi di wilayah tersebut, yaitu Kereta Api Rengganis. Kereta api ini beroperasi pada tahun 1990-an. Saat PT KAI melakukan penyederhanaan pada layanannya, KA Rengganis dihentikan pengoperasiannya dan digantikan oleh KA Tawang Alun.